WartaPesona.com - Puncak Tebing Breksi di Prambanan Sleman Yogyakarta menjadi salah satu destinasi geoheritage yang unik.
Banyak orang menyebut Tebing Breksi di Sleman Yogyakarta itu keindahannya tak kalah dengan Grand Canyon di Arizona Amerika.
Destinasi geoheritage Tebing Breksi Sleman Yogyakarta itu terbentuk dari endapan abu vulkanik gunung api purba yang meletus dahsyat jutaan tahun lalu.
Baca Juga: Menanam Jambu Air dalam pot, cara cerdas dan praktis penuhi kebutuhan buah segar dari kebun sendiri
Sejak 2015, Tebing Breksi itu perlahan berkembang menjadi destinasi geoheritage yang unik karena kepedulian warga setempat.
Tebing Breksi menjadi menarik karena langka, dan diperindah dengan seni pahat yang menghiasi dinding tebing dengan motif-motif wayang Ramayana.
Berkunjung ke Tebing Breksi ini wisatawan tidak hanya melihat bukit batu langka tufan dari endapan abu vulkanik gunung api purba.
Baca Juga: Presiden Jokowi ingatkan urusan pangan penentu stabilitas, TNI diminta peka
Namun, juga menikmati keindahan seni ukir di sepanjang dinding tebing.
Lalu, jika pengunjung naik ke puncak akan mendapati pemandangan indah Kota Yogyakarta yang kaya destinasi candi di kawasan Prambanan di radius 4 kilometer.
Dari puncak Tebing Breksi setinggi 30 meter, wisatawan bisa melihat suasana Kota Yogyakarta di kejauhan, Candi Prambanan yang termahsyur, Candi Ratu Boko, hingga candi-candi kecil lainnya.
Baca Juga: Segini harga tiket MotoGP 2023 Mandalika, Rp250 ribu hingga Rp20 juta, pilih mana?
Di kawasan Tebing Breksi Prambanan Sleman ini, setidaknya ada sekitar 7 candi-candi kecil yang juga menjadi destinasi wisata tersendiri. Mulai dari Candi Ijo, Candi Barong, dan lainnya.
Selain menikmati panorama alam dari puncak ketinggian, di Tebing Breksi ini wisatawan juga bisa bersantai di taman, dan amfiteater.
Suasana senja saat matahari hendak terbenam, menjadi waktu paling menyenangkan berada di puncak Tebing Breksi ini.