Tari Kelana Lengger Banyumasan Memukau di Istana Merdeka Jelang Penurunan Bendera HUT RI ke 81

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:56 WIB
Tari Kelana Lengger Banyumasan tampil di Istana Merdeka jelang penurunan bendera HUT ke-81 RI, dibawakan 100 seniman Banyumas. (Istimewa)
Tari Kelana Lengger Banyumasan tampil di Istana Merdeka jelang penurunan bendera HUT ke-81 RI, dibawakan 100 seniman Banyumas. (Istimewa)

Rianto Pimpin Penampilan Tari Kelana Lengger

Tari Kelana Lengger yang ditampilkan dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya mengedepankan keindahan gerak dan musik tradisional.

Pertunjukan tersebut juga membawa pesan mengenai perjalanan seni Lengger yang terus berkembang dan diwariskan lintas generasi.

Keterlibatan seniman muda dalam pertunjukan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan seni tradisi Banyumasan.

Dengan melibatkan pelajar hingga seniman dewasa, kesenian Lengger diperkenalkan sebagai bagian dari identitas budaya yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Lengger Banyumasan Jadi Identitas Budaya Banyumas

Penampilan di Istana Merdeka sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan seni pertunjukan Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas.

Tari Kelana Lengger Banyumasan menunjukkan bahwa seni tradisi daerah memiliki ruang penting dalam agenda kebudayaan nasional.

Pertunjukan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian dan promosi budaya Banyumas sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai Kabupaten Seni Pertunjukan yang didorong oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kesenian tradisional tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Baca Juga: Jessica Mila Liburan ke Pulau Padar saat Pelayaran Ditutup, Warganet Pertanyakan Izin Rombongan

Ekonomi Kreatif dan Penguatan Kota Kreatif

Komite Ekonomi Kreatif Banyumas merupakan bagian dari jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

ICCN merupakan jejaring kota kreatif yang berperan sebagai orkestrator dalam pengembangan ekosistem kota kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Ekonomi kreatif sendiri bertumpu pada ide, kreativitas, pengetahuan, budaya serta warisan leluhur. Sektor ini mencakup berbagai subsektor, termasuk fotografi, film, animasi, musik, arsitektur hingga seni pertunjukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Berendam di Pemandian Air Panas Alami Banyu Kuwung

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Menuju Festival Budaya Lembah Baliem 2026

Minggu, 26 Juli 2026 | 08:05 WIB
X