WartaPesona.com- Batik Sidoasih, selain Truntum, merupakan jenis batik yang sering menghiasi acara pernikahan adat Jawa.
Batik ini, yang sarat akan gambar tumbuhan atau gunung, memiliki akar kata dari Bahasa Jawa, yakni "sido" yang artinya jadi, terus-menerus, atau berkelanjutan, dan "asih" yang berarti kasih sayang.
Dengan demikian, Sidoasih dapat diartikan sebagai simbol kehidupan manusia yang dipenuhi oleh kasih sayang.
Baca Juga: Batik Buketan: Rangkaian Bunga, Pesan Bahagia dari Pekalongan
Motif batik ini, sering menjadi pilihan dalam upacara pernikahan, mengandung harapan besar.
Harapannya adalah agar pengantin yang memakai Batik Sidoasih dapat membangun kehidupan rumah tangga yang penuh cinta kasih.
Setiap corak tumbuhan dan gunung yang terpapar pada kain batik menjadi cerminan dari perjalanan hidup yang berkelanjutan, diiringi oleh kehangatan dan kasih sayang.
Baca Juga: Batik Ulamsari Mas: Jejak Kesejahteraan dalam Kain Bali yang Menghidupkan Lautan Kehidupan
Batik Sidoasih bukan hanya sekadar pakaian, melainkan pesan visual tentang makna cinta dan keberlanjutan dalam kehidupan.
Setiap helai kainnya menggambarkan jejak kasih sayang dalam jalinan kehidupan, menjadikannya pilihan yang indah dan bermakna untuk perayaan ikatan suci pernikahan.***
Artikel Terkait
Puncak Nirwana Tidore: Menjejak Langit dari Gunung Kie Matubu yang Megah
Tidore: Menjelajahi Kisah 900 Tahun, Rempah-Rempah, dan Benteng Eropa yang Megah
Rempah-Rempah dan Kenikmatan Kuliner Tidore: Jelajahi Kelezatan Popeda hingga Kusi Gohu
Aromatik dan Manis: Oleh-Oleh Khas Tidore, Rempah-Rempah dalam Gigitan
Batik Kawung: Melingkar dalam Kehidupan, Simbol Keperkasaan dan Keadilan
Batik Parang: Dongeng Konsistensi dan Kesejahteraan dari Pangeran Jawa
Batik Sekar Jagad: Peta Indah Keragaman dalam Pencarian Kecantikan
Batik Truntum: Tarian Cinta dalam Setiap Kuntuman Bunga
Batik Ulamsari Mas: Jejak Kesejahteraan dalam Kain Bali yang Menghidupkan Lautan Kehidupan
Batik Buketan: Rangkaian Bunga, Pesan Bahagia dari Pekalongan