Lalu, 10 orang per semester, Program Studi Spesialis Neurologi di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta.
Selain itu, juga 8 orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo, Bandung.
Delapan orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di RSAB Harapan Kita, Jakarta.
Dan, enam orang per semester, Program Studi Spesialis Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais, Jakarta.
Drg Ariyanti mengatakan, program pendidikan dokter spesialis PPDS RSPPU ini terbuka untuk seluruh lulusan dokter umum, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, dengan mengutamakan putra-putri daerah.
"Para calon residen PPDS RSPPU yang lolos akan dapat banyak benefit, di antaranya tidak perlu membayar uang kuliah, mendapatkan status pegawai di RSPPU, dan mendapatkan Bantuan Biaya Hidup (BBH) sebesar Rp5-10 juta per bulan," katanya.
Sementara itu bagi mereka yang tertarik mengikuti program pendidikan dokter spesialis PPDS RSPPU ini bisa mendaftarkan diri melalui https://ppds.kemkes.go.id/. ***(KKO)