Baca Juga: Duduk Hadang Kendaraan Sambil Minta Uang, Aksi Pria Lansia di Bogor Jadi Sorotan
Tuduhan Penghinaan Fisik hingga Penistaan Agama
Pandji mengungkapkan bahwa laporan-laporan tersebut pada dasarnya mengerucut pada dua isu utama.
Pertama, tuduhan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Kedua, tuduhan penistaan agama yang berkaitan dengan materi tentang salat yang dibawakan dalam pertunjukan Mens Rea.
Komika yang telah malang melintang di dunia stand up comedy Indonesia itu mengaku terkejut dengan banyaknya laporan yang masuk.
Menurutnya, materi yang disampaikan berada dalam koridor komedi dan disaksikan oleh penonton yang secara sadar membeli tiket atau mengakses platform resmi.
“Kaget sih sejujurnya. Karena saya memantau betapa riuhnya ini. Maksud saya, ini kan bercanda, ini kan komedi. Orang datang ke show itu kan memang untuk nonton komedi,” ujar Pandji.
Menanggapi tuduhan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pandji menjelaskan bahwa materi tersebut merujuk pada momen ketika Gibran terlihat mengantuk dalam sebuah kesempatan resmi.
Menurutnya, menyebut seseorang terlihat mengantuk bukanlah bentuk penghinaan fisik.
“Saya tanya, kamu pernah ngantuk enggak? Pak Gibran pernah ngantuk? Pernah. Itu kondisi manusiawi. Yang saya bicarakan berarti orang yang lagi ngantuk. Salahnya di mana?” jelas Pandji.
Baca Juga: Perjuangan Siswa Desa Sekumur Aceh Tamiang Tetap Sekolah Meski Fasilitas Rusak Pascabencana
Klarifikasi Materi Salat dalam ‘Mens Rea’
Sementara itu, terkait tuduhan penistaan agama, Pandji menyoroti materi tentang salat safar yang dipersoalkan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan organisasi keagamaan tertentu.
Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud memperolok atau merendahkan ibadah salat.
Pandji menuturkan bahwa inti dari materi tersebut adalah kritik sosial terhadap cara sebagian masyarakat dalam memilih pemimpin.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menilai calon pemimpin dari kesalehan ritual yang ditampilkan di ruang publik, tetapi juga dari rekam jejak, integritas, dan kebijakan yang diambil.