Luka yang Sulit Pulih
Kini, rumah itu tak lebih dari saksi bisu gelombang amarah oknum massa yang tak terkendali. Coretan kasar di dinding menjadi pengingat betapa rusaknya situasi kala itu.
Bagi Uya, kerugian finansial mungkin bisa ditutup. Namun, kehilangan kenangan keluarga dan trauma psikologis yang ditinggalkan jauh lebih berat untuk dipulihkan.
Ia berharap, peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bahwa demonstrasi seharusnya tak berubah menjadi ajang perusakan dan penjarahan yang merugikan rakyat.***