Setelah kekalahan dari Irak, Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Melalui unggahan Instagram, ia berterima kasih atas perjuangan para pemain dan staf pelatih yang telah membawa Indonesia melangkah sejauh ini.
“Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia. Kami mohon maaf mimpi ke Piala Dunia belum bisa terwujud,” tulis Erick.
Meski gagal, Erick menilai hasil ini merupakan langkah historis bagi sepak bola Indonesia.
Ia menegaskan, PSSI akan terus memperkuat pembinaan usia muda dan memperbaiki sistem kompetisi nasional agar Garuda semakin kompetitif di masa mendatang.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dianggap Tak Punya Harapan, Kluivert Siapkan Jurus Gila Lawan Arab Saudi!
Kluivert: Proses Belajar yang Tak Sia-Sia
Sementara itu, Patrick Kluivert menganggap hasil ini bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses pembelajaran.
Ia menilai para pemain Indonesia telah menunjukkan perkembangan signifikan, baik secara teknik maupun mental bertanding.
“Kami berkembang pesat sebagai tim, secara individu maupun kolektif. Sulit rasanya melihat mimpi Piala Dunia sirna, tapi inilah bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih kuat,” ujar Kluivert, dikutip dari Aawsat.
Evaluasi dan Arah ke Depan
Meski belum membawa hasil maksimal, masa kepelatihan Kluivert tetap memberi fondasi penting bagi transformasi Timnas Indonesia.
Integrasi pemain diaspora, peningkatan intensitas latihan, dan adaptasi gaya permainan Eropa menjadi modal berharga menuju kompetisi internasional berikutnya.
Ke depan, publik menanti apakah PSSI akan memperpanjang kerja sama dengan Kluivert atau mencari sosok baru yang mampu melanjutkan fondasi tersebut. Yang pasti, perjalanan Garuda di era Kluivert telah membuka babak baru sepak bola Indonesia di kancah Asia.***