WartaPesona.com - Atlet asal Jawa Barat, Dina Rulina, menciptakan sejarah dalam cabang olahraga para-tenis meja dengan meraih medali emas di nomor tunggal putri nasional kelas 8 dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (9/10).
Dalam final yang dihelat di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Dina mengalahkan atlet tuan rumah, Martin Nasichatun, dengan skor menegangkan 3-2 setelah sempat tertinggal 0-2.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Bahrain: Shin Tae-yong Targetkan Penampilan Terbaik
“Saya sempat grogi karena lawan saya memang yang terbaik di Jawa Tengah. Bolanya juga agak susah,” ungkap Dina, mengenang momen saat ia berjuang mengubah keadaan.
“Alhamdulillah, dukungan dari pelatih memberikan motivasi dan arahan. Saya berusaha tetap tenang dan mengingat latihan di Bandung,” tambahnya.
Dalam persiapan menuju Peparnas, Dina mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda) di Bandung, berlatih setiap hari secara intensif bersama atlet Jabar lainnya selama hampir setahun.
Baca Juga: E-Sport Cetak Sejarah di Peparnas XVII Solo: Mendorong Prestasi Tanpa Batas
Peparnas XVII bukanlah pengalaman baru bagi Dina; atlet asal Kota Bogor ini telah berpartisipasi dalam event paralimpiade terbesar di Indonesia sejak 2004.
Meskipun telah menjajal beberapa cabang olahraga, ini adalah kali pertama ia bertanding di para-tenis meja.
Dina sudah ditargetkan meraih dua medali emas, dan ia berhasil mewujudkannya dengan medali emas pertamanya di nomor ganda putri kelas 20, diraihnya pada Senin (7/10).
Baca Juga: Festival Asmat Pokman 2024: Mengukir Sejarah, Merayakan Budaya Papua di Pentas Dunia
“Masyaallah, luar biasa. Ini pertama kali saya di cabor tenis meja, dan saya dapat emas di ganda putri dan juga di tunggal kelas 8,” katanya bersyukur.
Meskipun sempat merasa ragu akan kemampuannya, Dina akhirnya berhasil memenuhi target yang dipercayakan.
Emas ini dipersembahkan untuk dirinya, keluarga, dan Jawa Barat, yang diharapkan dapat meraih juara umum.