WartaPesona.com - Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif 20 peren semua kargo yang melintasi Selat Hormuz untuk mengganti biaya yang dikeluarkan Amerika Serikat sebagai penjaga keamanan.
Menurut Donald Trump, tarif tersebut akan diganti dengan perdagangan dan investasi besar-besaran oleh negara-negara di kawasan Teluk.
Menurut kantor berita BBC, Rabu 15 Juli 2026, pembatalan rencana ini terjadi setelah harga minyak dunia naik dampak dari konflik bersenjata Amerika melawan Iran yang terus meluas.
Baca Juga: Badan Pangan Nasional Bakal Salurkan 30 Kilogram Beras Kepada 33 Juta Keluarga
Menurut Donald Trump, investasi dari negara-negara di kawasan Teluk akan sangat besar.
Trump mengumumkan Selat Hormuz terbuka untuk dilalui semua kapal, kecuali yang berkepentingan dengan Iran.
Menurut Trump, minyak kembali mengalir seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, berkat kekuatan militer Amerika yang luar biasa".
Iran akan terus mempertahankan kendali mereka terhadap Selat Hormuz.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Hampir Menembus Rp8.000 Triliun
Iran mengklaim telah menargetkan fasilitas militer Amerika di Bahrain dan Yordania, setelah sebelumnya sempat menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA).***