Permusuhan selama sepekan terakhir berpusat pada jalur perdagangan energi yang vital, di mana kendali atas jalur tersebut menjadi titik sengketa utama antara Washington dan Teheran.
"Kami mengambil alih selat itu. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak punya apa-apa," kata Trump.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pemerintah sedang berbicara dengan mediator dari Qatar, Pakistan, dan Oman dalam upaya mencegah eskalasi perang.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup, meskipun ASmerika bersikeras bahwa selat tersebut terbuka untuk lalu lintas maritim dan tidak dikuasai oleh Iran.***