WartaPesona.com – Empat orang dilaporkan meninggal dan puluhan lainnya cedera dalam gelombang serangan peluru kendali (Rudal) dan drone yang dilancarkan Rusia ke Kota Kiev, Ukraina Minggu 24 Mei malam waktu setempat.
Menurut laporan militer Ukraina, Rusia melepaskan sedikitnya 90 peluru kendali hipersonik Oreshnik yang sanggup membawa nuklir dan 600 drone ke Kota Kiev.
Senjata tersebut mengenai Kota Kiev dan Tserkva. Tserkva adalah kawasan yang berjarak sekitar 64 kilometer dari Kiev.
Baca Juga: Viral Turis Rusia Terlibat Keributan di Bali, Petinju Lokal Turun Tangan
Serangan Rusia tersebut membuat empat orang meninggal dan 80 lainnya cedera.
Kedua kota itu juga mengalami kerusakan hebat. Beberapa bangunan dan kendaraan hancur dan terbakar. Kerusakan menimpa permukiman, sekolah, fasilitas air, pasar, gedung pemerintahan, dan infrastruktur sipil lainnya.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan itu ditujukan ke fasilitas militer, pangkalan udara dan industri pertahanan Ukraina sebagai bentuk balasan atas serangan Ukraina terhadap target sipil di wilayah yang diduduki Rusia.
Namun, pemerintah Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan banyak lokasi sipil terdampak dalam serangan berskala besar itu.
Baca Juga: Jalan Buntu Diplomasi Ukraina: AS Geram, Rusia Tegas Bertahan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlihat turun ke lokasi untukmelihat kerusakan infrastruktur yang terkena serangan senjata dari Rusia.
Di malam serangan tersebut, warga di kota itu sangat ketakutan mengingat mereka sedang dalam keadaan istirahat tidur. Kilatan cahaya peluru kendali dan drone membelah langit kedua kota yang terlihat gelap.
Dalam suasana malam yang gelap, suara ledakan dan sirine tanda bahaya mengagetkan penduduk kota. Mereka pun mencari tempat berlindung atau berlari ke kawasan terbuka.***