WartaPesona.com - Rusia meminta warga asing, termasuk diplomat untuk meninggalkan Ukraina karena melancarkan serangan lebih masif lagi terutama ke "pusat komando" rezim Volodymyr Zelenskyy.
Menurut unggahan di akun Instagram @alarabiya_eng, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Viktorovich Lavrov telah mendesak Amerika Serikat untuk mengevakuasi diplomat mereka dari Kota Kiev selama panggilan telepon dengan Sekretaris Luar Negeri Marco Rubio.
"Kami memperingatkan warga negara asing, termasuk personel misi diplomatik dan organisasi internasional, untuk meninggalkan kota itu sesegera mungkin," demikian pernyataan kementerian luar negeri Rusia dikutip oleh kantor berita AFP, Selasa 26 Mei waktu setempat.
Baca Juga: Pemerintahan Zelenskyy Merekrut Warga Ukraina Secara Paksa Untuk Menjalani Wajib Militer
Peringatan Rusia tersebut menyusul serangan mereka dua hari lalu yang menyasar infrastrukur militer dan pendukungnya di Kiev.
Serangan memakai sedikitnya 90 peluru kendali hipersonik Oreshnik dan 600 drone tersebut telah membuat target, termasuk pabrik senjata bantaun dari NATO di Kota Kiev meledak dan hangus terbakar.
Kemungkinan besar, Rusia kembali akan meluncurkan peluru kendali Oreshnik untuk menghancurkan target yang mereka sebut sebagai :pusat pengambilan keputusan” dan “pusat komado” Ukraina di Kiev maupun kota lainnya.
Peluru kendali Oreshnik yang memilik kecepatan 10 kali kecepatan suara ini mampu membawa hulu ledak nuklir.
Baca Juga: Gudang Senjata Bantuan NATO di Kota Kiev Ukraina Meledak dan Terbakar Setelah Kena Rudal Rusia
Pemerintah Ukraina menilai ancaman Rusia sebagai "retorika".
"Kami tidak boleh menyerah kepada tekanan Rusia ini," kata Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha.***
Artikel Terkait
Jalan Buntu Diplomasi Ukraina: AS Geram, Rusia Tegas Bertahan
Kota Kiev Ukraina Bagaikan Kiamat Setelah Terkena Peluru Kendali dan Drone Milik Rusia
Gudang Senjata Bantuan NATO di Kota Kiev Ukraina Meledak dan Terbakar Setelah Kena Rudal Rusia
Pemerintahan Zelenskyy Merekrut Warga Ukraina Secara Paksa Untuk Menjalani Wajib Militer