kerjaan

Ciri-Ciri Tempat Kerja yang Tidak Sehat: Tanda 'Red Flag' yang Harus Diwaspadai.

Kamis, 18 Mei 2023 | 21:55 WIB
Budaya kerja yang positif membawa dampak positif di lingkungan kerja, memotivasi karyawan, dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan secara keseluruhan. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

Tim WartaPesona.com - Mendapatkan tempat kerja yang nyaman dan sehat adalah impian setiap orang.

Lingkungan kerja yang toksik dan budaya kerja yang tidak sehat dapat menghambat perkembangan karir kita di masa depan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri 'red flag' yang ada di tempat kerja.

Beberapa perusahaan mempunyai budaya kerja yang tidak sehat dan kepemimpinan yang buruk, yang dapat membuat karyawan merasa tidak betah untuk bekerja.

Mengingat sebagian besar waktu kita dihabiskan di tempat kerja, ketidaknyamanan dalam bekerja dapat mempengaruhi berbagai aspek lainnya, termasuk produktivitas kita.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri tempat kerja yang patut diwaspadai dan dihindari oleh pekerja, baik itu fresh graduate maupun para pencari kerja:

Baca Juga: 7 Langkah Efektif untuk Membangun Relasi yang Berkualitas

1. Selalu Stand-By 24 Jam

Baik bekerja dari kantor atau dari rumah, jam kerja harus tetap dihormati.

Setelah jam kerja selesai, kita seharusnya tidak diharapkan untuk merespon panggilan telepon atau pesan dari atasan di luar jam kerja.

Kita tidak boleh menghabiskan waktu 24 jam untuk bekerja. Jika kebiasaan ini terjadi secara terus-menerus, maka hal tersebut merupakan tanda 'red flag'.

Perusahaan tersebut tidak memperhatikan kondisi karyawan yang membutuhkan waktu istirahat.

2. Tidak Ada Keseimbangan Antara Kehidupan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Karena harus selalu stand-by 24 jam, karyawan tidak memiliki keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.

Ini dapat mengakibatkan tekanan dan stres yang berlebihan pada karyawan.

3. Tidak Ada Perkembangan Karir

Di perusahaan yang ideal, karyawan seharusnya memiliki kesempatan untuk mengembangkan karir mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar mengakui potensi yang dimiliki oleh karyawan.

Jika perusahaan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang karier atau rekomendasi kepada karyawan, hal ini menunjukkan bahwa pimpinan perusahaan tidak memberi kesempatan bagi karyawan untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Pengelolaan Risiko Menurut ISO 31000: Tahap Identifikasi, Analisis, Evaluasi, dan Pengendalian

4. Tidak Ada yang Proaktif Saat Rapat

Jika tidak ada satupun yang mengemukakan ide atau berperan proaktif saat rapat, ini merupakan tanda 'red flag' yang harus diwaspadai.

Pimpinan yang baik harus memastikan bahwa semua karyawan ikut berpartisipasi dan menyampaikan ide dan gagasan mereka untuk kepentingan perusahaan.

5. Tidak Ada Karyawan yang Mengambil Cuti

Mengambil cuti adalah hak setiap karyawan yang seharusnya bisa dilakukan kapan saja.

Namun, jika tidak ada karyawan di perusahaan yang mengambil cuti, ini merupakan tanda yang perlu diperhatikan.

Karyawan juga membutuhkan waktu istirahat atau waktu untuk menyelesaikan urusan pribadi dengan memanfaatkan cuti.

Bekerja terus-menerus justru dapat membuat karyawan menjadi lelah dan mudah tertekan.

6. Tingkat Pergantian Karyawan yang Tinggi

Tingkat pergantian karyawan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu mempertahankan karyawan yang ada.

Perusahaan tersebut mungkin tidak tahu bagaimana memahami dan membangun loyalitas karyawan.

Pergantian karyawan yang terlalu sering juga dapat menghambat kelancaran proyek yang sedang dikerjakan.

Baca Juga: Mengenal Peluang Kerja di Industri Kreatif: Berkarir sebagai Content Creator

7. Tidak Ada Rasa Solidaritas di Tempat Kerja

Rasa solidaritas di tempat kerja sangat penting bagi karyawan.

Jika di dalam perusahaan tidak ada rasa solidaritas, hal ini dapat menghambat kemajuan proyek.

Bahkan, karyawan juga dapat merasa bahwa mereka tidak dihargai oleh perusahaan karena tidak ada rasa solidaritas di antara mereka.

8. Adanya Kelompok-kelompok yang Terpisah

Hubungan pertemanan di tempat kerja tidak terlepas dari konflik dan 'drama'.

Pertemanan di tempat kerja dapat berupa hubungan yang tulus, atau hanya sebatas partner kerja dalam sebuah tim, namun ada juga yang membentuk kelompok tertentu dan mengabaikan orang lain.

Apalagi jika kelompok tersebut melibatkan pimpinan perusahaan.

Hal ini dapat menciptakan budaya pilih kasih yang negatif, yang menghambat perkembangan karyawan.

Baca Juga: Mengenal Konsep Design Thinking dan Bagaimana Menerapkannya di Berbagai Bidang

Jika kamu menemukan tanda-tanda seperti di atas di tempat kerja, jangan ragu untuk mengundurkan diri atau resign dari perusahaan tersebut.

Ingatlah bahwa kita bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja.

Penting bagi kita untuk memilih tempat kerja yang sehat dan mendukung perkembangan karir serta kesejahteraan kita sebagai karyawan. *** (FA)

Penulis: Fisqiyyah Awawin

Tags

Terkini