WartaPesona.com - Manajemen risiko menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia bisnis, khususnya dalam menghadapi risiko-risiko yang mungkin terjadi.
ISO 31000:2018 adalah sebuah standar internasional untuk manajemen risiko yang menguraikan prinsip-prinsip dasar, kerangka kerja, dan proses manajemen risiko yang efektif.
Mari gali lebih dalam mengenai prinsip-prinsip manajemen risiko menurut ISO 31000 tahun 2018!
Baca Juga: Optimalkan Manajemen Risiko Organisasi dengan Mengikuti Kerangka ISO 31000 Tahun 2018
1. Pendekatan Berbasis Risiko
Pendekatan berbasis risiko adalah suatu pendekatan yang memperhatikan risiko dalam setiap kegiatan bisnis.
Prinsip ini menekankan pentingnya memahami dan mengidentifikasi risiko yang terkait dengan kegiatan bisnis serta meminimalkan dampak negatif dari risiko tersebut.
Pendekatan berbasis risiko juga membantu dalam mengoptimalkan peluang bisnis dan memperkuat ketahanan perusahaan terhadap perubahan yang tidak terduga.
2. Konteks Organisasi
Prinsip kedua dari ISO 31000:2018 adalah memperhatikan konteks organisasi dalam manajemen risiko.
Hal ini mencakup pengenalan aspek-aspek internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi risiko, seperti tujuan organisasi, struktur, budaya, serta kondisi pasar dan lingkungan.
Dalam prinsip ini, penting untuk menilai konteks organisasi agar dapat memahami risiko yang relevan dan merumuskan strategi manajemen risiko yang sesuai.
Baca Juga: Menjadi Konsultan: Karir yang Menjanjikan di Era Digital
3. Proses yang Sistematis, Terstruktur, dan Terkonsistensi
Prinsip ketiga dari ISO 31000:2018 adalah menjalankan proses manajemen risiko yang sistematis, terstruktur, dan terkonsistensi.
Hal ini mencakup seluruh tahapan dalam manajemen risiko, mulai dari identifikasi risiko hingga evaluasi dan pengendalian risiko.
Dengan menjalankan proses yang terstruktur dan ter konsistensi, maka perusahaan dapat mengelola risiko secara efektif dan efisien serta memastikan bahwa risiko diidentifikasi dan dikelola dengan benar.
4. Keterlibatan Pihak Terkait
Prinsip keempat adalah keterlibatan pihak terkait dalam manajemen risiko.
Prinsip ini menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan risiko, termasuk stakeholder internal dan eksternal, seperti karyawan, konsumen, supplier, investor, dan regulator.
Dengan melibatkan pihak terkait, maka manajemen risiko dapat memperoleh masukan dan pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai risiko yang terkait dengan bisnis.
Baca Juga: Menjelajahi Peluang Karir Menjanjikan dengan Latar Belakang Jurusan Bisnis
5. Komunikasi dan Konsultasi yang Efektif
Prinsip kelima dari ISO 31000:2018 adalah komunikasi dan konsultasi yang efektif.
Prinsip ini mencakup pentingnya berkomunikasi secara efektif dan terbuka mengenai risiko dan strategi manajemen risiko kepada semua pihak terkait, baik secara internal maupun eksternal.
Dengan komunikasi dan konsultasi yang efektif, maka manajemen risiko dapat memperoleh dukungan dan pemahaman yang lebih luas serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen risiko.
6. Pengukuran, Evaluasi, dan Perbaikan Terus-menerus
Prinsip terakhir dari ISO 31000:2018 adalah pengukuran, evaluasi, dan perbaikan terus-menerus.
Prinsip ini mencakup pentingnya melakukan evaluasi terhadap efektivitas strategi manajemen risiko yang telah dijalankan dan melakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.
Dengan melakukan pengukuran dan evaluasi secara terus-menerus, maka manajemen risiko dapat terus meningkatkan kinerjanya dan mengoptimalkan manfaat dari strategi manajemen risiko yang telah dijalankan.
Baca Juga: Indonesia Terus Menambah Pundi-Pundi Medali SEA Games
Manajemen risiko merupakan hal yang sangat penting dalam dunia bisnis dan membutuhkan pendekatan yang sistematis dan terstruktur.
ISO 31000:2018 menyediakan panduan dan prinsip-prinsip dasar untuk manajemen risiko yang efektif.
Prinsip-prinsip tersebut meliputi pendekatan berbasis risiko, konteks organisasi, proses yang sistematis, keterlibatan pihak terkait, komunikasi dan konsultasi yang efektif, dan pengukuran, evaluasi, dan perbaikan terus-menerus.
Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, maka perusahaan dapat mengelola risiko secara efektif dan efisien serta memastikan kelangsungan bisnis yang berkelanjutan. *** (FA)
Penulis: Fisqiyyah Awawin