WartaPesona.com - Feast, sebuah band yang berawal dari masa kuliah, saat ini telah melejit dan dikenal luas. Grup musik ini terdiri dari Baskara Putra sebagai vokalis, Fadli Fikriawan sebagai basist, Adrianus Aristo Haryo sebagai drummer, dan Adnan Satyanugraha Putra serta Dicky Renanda sebagai gitaris.
Sejak konser pertamanya di kampus pada tahun 2013, Feast mulai menciptakan lagu dan menggelar konser di berbagai panggung hingga akhirnya merilis album debut mereka pada tahun 2017, yang diberi judul MULTIVERSES. Hingga tahun 2021, Feast telah merilis satu album dan dua mini album, yaitu Beberapa Orang Memaafkan (2018), dan Uang Muka (2020).
Saat ini, Feast sedang menyusun album terbaru yang diberi judul “Membangun dan Menghancurkan”. Album ini diungkapkan akan menceritakan tentang kecenderungan manusia untuk menciptakan kebiasaan dan makna-makna baru, lalu merusaknya sendiri di kemudian hari.
Hingga saat ini, mereka telah memperkenalkan empat buah single untuk album tersebut, seperti Dalam Hitungan (2019), Tarian Penghancur Raya (2019), Luar Jaringan (2020), dan Di Padang Lumpuh (2020).
Feast juga berbagi cerita mengenai perjalanan musik mereka di masa pandemi. Mereka mengatakan bahwa konser yang digelar secara virtual membuat mereka sedikit gugup karena mengharuskan mereka untuk terus menerus disorot oleh kamera, dan direkam secara langsung.
Hal ini jauh berbeda dengan konser yang diadakan sebelum masa pandemi, dimana luapan semangat para penonton begitu terasa hingga dapat membuat mereka melupakan rasa gugup saat memanggung.
Masing-masing anggota grup musik ini mengaku memiliki kesibukan yang beragam, diantaranya menyicil produksi album, mengerjakan materi mini album dan single, hingga mengurus label rekaman mereka, yaitu Sun Eater.
Melansir dari Pesona Magazine IV/21 bahwa adapula yang mengisi waktu senggang dengan mendalami olahraga seperti bersepeda.
Feast mengatakan bahwa mereka selalu mencari ide dan berkarya di kota yang sama, yaitu Jakarta. Kini mereka telah membulatkan tekad untuk mencoba berkarya di luar kota setelah situasi pandemi mereda, untuk mendukung pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Diskoria, Berani Berkarya dengan Musik Disko Indonesia
Hal ini diharapkan dapat menarik para penggemar dan meningkatkan minat para wisatawan untuk melihat konser secara langsung dengan mengunjungi kota tersebut.
Menurut Feast, dari segi ekonomi kreatif, dapat diselenggarakan konser yang melibatkan Event Organizer (EO), vendor penyedia sound system, pedagang makanan lokal, serta produksi merchandise dan penjualan CD oleh masyarakat setempat.