WartaPesona.com - Barasuara adalah sebuah band musik asal Jakarta yang dikenal dengan lagu-lagu yang bertenaga. Mereka memiliki konsep "menjadi sebenar-benarnya orang Indonesia dengan musik rock", yang berarti mereka selalu menciptakan lagu dengan lirik berbahasa Indonesia.
Sebelum membentuk Barasuara, Iga Massardi pernah bergabung dengan beberapa band, termasuk Soulvibe, The Trees & The Wild, dan Tika & The Dissidents.
Awalnya, ia berniat untuk membuat sebuah proyek solo, tetapi kemudian memutuskan untuk membentuk band miliknya sendiri, seperti dikutip dari E-Pesona Magazine 1-21.
Barasuara terbentuk pada tahun 2012. Iga mengajukan contoh musik kepada TJ Kusuma, yang kemudian setuju untuk bergabung dalam band bersama Iga. Kemudian, Iga mengajak Marco Stefano, seorang drummer yang saat itu aktif menjadi drummer Raisa, untuk bergabung dalam band.
Sebagai gitaris dan vokalis, ia menginginkan adanya vokalis lain sehingga ia mengajak Cabrini Asteriska Widiantini, yang dikenal sebagai Icil, sebagai backing vocalist. Awalnya, Iga mengajak Jmono (pencetus grup musik Neorotic), tetapi akhirnya Gerald Situmorang menggantikan posisi tersebut karena waktu yang kurang memungkinkan.
Perjalanan Barasuara dalam mewujudkan konsep "menjadi sebenar-benarnya orang Indonesia" melalui musik tidak singkat. Proses pencarian ide, personel band, dan penggarapan materi berlangsung selama tiga tahun.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Ayla Dimitri: Si Fashion Editor dan Digital Creator yang Menginspirasi
Selama itu, band ini hanya melakukan latihan tanpa naik ke atas panggung. Setelah hampir matang, Puti Chitara bergabung dalam band sebagai vokalis dan Barasuara merilis album perdana mereka, "Taifun" pada tahun 2015, yang menampilkan single "Bahas Bahasa" dan "Sendu Melagu" yang sukses menduduki Top-Chart Singles.
Barasuara menyuguhkan makna berlapis yang menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta musik. Setiap lirik yang mereka ciptakan merupakan rangkaian bahasa Indonesia yang lugas nan puitis.
Pada tahun 2016, mereka menggelar tur pertama mereka, Taifun, sebagai band rock Indonesia. Tidak lama setelah album dirilis, Barasuara memenangkan AMI Awards pada tahun 2016 untuk "Best Alternative Production" dan dinominasikan untuk "Best New Artist".
Baca Juga: Mengenal Tyna Dwi Jayanti : Beauty Influencer Indonesia yang Aktif di Media Sosial
Selain itu, album "Taifun" menempati posisi kedua dalam daftar "20 Album Indonesia Terbaik 2015" oleh Rolling Stone Indonesia dan masuk dalam daftar "10 Album Indonesia Terbaik 2015" versi CNN Indonesia. Mereka juga memenangkan penghargaan "Best Live Act" di Rolling Stone Indonesia Editor's Choice Award 2016.
Album kedua mereka "Pikiran dan Perjalanan" dirilis pada tahun 2019 di bawah Darlin Records. Album ini merupakan sebuah memoir tentang kompleksitas perasaan, ekspektasi, kebahagiaan, kekecewaan, dan naik turunnya kondisi mental manusia.