Ayah Vidi, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagian besar diinisiasi oleh para penggemar.
“Hari ini yang jadi panitianya Vidis. Mereka yang menyiapkan makan dan minuman untuk para penjaga makam,” ujar Harry kepada awak media.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penjaga makam di lokasi tersebut cukup banyak, mencapai sekitar 50 orang, dan para penggemar turut menunjukkan kepedulian dengan menyediakan konsumsi bagi mereka.
Kehadiran para penggemar yang kompak mengenakan pakaian berwarna biru menambah suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan di lokasi ziarah.
Baca Juga: Seskab Teddy Apresiasi Bazar Rakyat di Monas, Dinilai Dongkrak UMKM dan Hibur Warga
Mawar Biru Jadi Simbol Vidi Aldiano
Salah satu hal yang mencuri perhatian dalam momen tersebut adalah dominasi bunga mawar berwarna biru yang menghiasi pusara Vidi.
Menurut Harry, mawar biru dipilih karena memiliki makna khusus dan menjadi simbol yang lekat dengan sosok Vidi.
“Tadi saya juga belinya mawar biru. Kalau kalian tanya ‘mawar Vidi’ di toko bunga sekitar sini, mereka sudah tahu. Jadi mawar Vidi itu identik dengan warna biru,” jelasnya.
Warna biru sendiri diketahui merupakan warna favorit Vidi Aldiano, sehingga keluarga dan penggemar sepakat untuk menjadikannya sebagai simbol dalam mengenang sang penyanyi.
Tak hanya bunga, para pelayat yang hadir juga kompak mengenakan pakaian bernuansa biru sebagai bentuk penghormatan dan kenangan terhadap Vidi.
Baca Juga: Detik-detik Kebakaran Pabrik Plastik di Bogor Terekam Video, Asap Tebal Membumbung Tinggi
Rencana Sumbangkan Pakaian Vidi
Dalam kesempatan tersebut, Harry Kiss juga mengungkapkan rencana keluarga untuk menyumbangkan sebagian besar pakaian milik mendiang Vidi Aldiano.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian agar barang-barang tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain.
“Kata Bu Besba, biar nggak mubazir, biar ada yang pakai,” ujar Harry.
Meski demikian, keluarga tetap akan menyisakan beberapa pakaian milik Vidi untuk dijadikan kenangan.