Bagi banyak orang, kepergian Connie adalah kehilangan pribadi. Ia adalah suara masa kecil, kenangan di ruang keluarga, hingga teman setia di malam sepi.
Namun, bagi generasi muda, ia adalah bukti bahwa musik sejati bisa ditemukan kapan saja, di mana saja.
Baca Juga: Insiden Kebakaran di Jepang Jadi Alarm Etika untuk TKI: Ulah Segelintir Bisa Cemari Citra Bangsa
Kini, Pretty Little Baby bukan hanya sekadar lagu viral. Ia adalah warisan — pengingat bahwa di balik algoritma dan tren, selalu ada manusia, emosi, dan cerita yang menyertainya.
Penghormatan Terakhir
Meski dunia telah kehilangan sosok Connie Francis secara fisik, suaranya akan terus hidup. Baik di gramofon tua, koleksi CD lawas, atau dalam gulungan video TikTok, ia akan terus menyanyi.
Ia telah berpulang, namun nyanyiannya belum usai. Dan selama masih ada yang mendengarkan, Connie Francis tak benar-benar pergi. ***(SA)