Seperti yang diketahui, anemia aplastik digolongkan menjadi 2, yakni inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia.
Inherited aplastic anemia merupakan anemia aplastik yang diturunkan atau diakibatkan dari kerusakan gen.
Sedangkan, acquired aplastic anemia merupakan anemia aplastik yang didapatkan oleh seseorang semasa hidupnya, dan biasanya dialami oleh penderita autoimun.
Adapun penyebab anemia aplastik, diantaranya adalah penyakit autoimun yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, termasuk sel pada sumsum tulang.
Baca Juga: 15 Kumpulan Ucapan Hari Raya Idul Fitri, Penuh Makna dan Cocok DIbagikan di Media Sosial
Selain itu, pernah menjalani perawatan radioterapi atau kemoterapi, penggunaan obat-obatan tertentu,
seperti beberapa jenis antibiotik dan obat rheumatoid arthritis, serta pernah terinfeksi virus tertentu, seperti virus HIV, dan lain sebagainya.
Meski penyakit ini jarang ditemukan, penting buat kamu mengetahui gejala anemia aplastik yang dapat mempengaruhi fungsi setiap jenis darah, yakni:
Leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, trombosit untuk pembekuan darah, dan eritrosit untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.
Hal tersebut menyebabkan gejala anemia aplastik bervariasi, tergantung dari sel darah yang terdampak.
Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Sebelum Shalat Idul Fitri, Dilengkapi Tata Cara dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Namun, gejala umum anemia aplastik, diantaranya demam, lemas, pucat, sakit kepala atau pusing, jantung berdebar-debar, sesak napas, memar-memar, pendarahan seperti mimisan, dan mudah terkena infeksi penyakit.
Demikian informasi mengenai penyakit anemia aplastik yang perlu diketahui banyak orang.***(SDP)/PR