Dalam judo, tujuan utama bukan mengalahkan lawan, tetapi membantu diri sendiri dan lawan dalam mengembangkan keterampilan dan kebaikan pribadi.
Baca Juga: Soto Betawi, kuliner khas Jakarta yang melegenda, gurih segar menyehatkan
2. Seiryoku Zenyo (Maksimum Efisiensi)
Prinsip ini mengajarkan penggunaan energi yang efisien dan efektif.
Judo mengajarkan untuk menggunakan kekuatan lawan dan mengalihkannya dengan gerakan yang tepat, sehingga memungkinkan seorang judoka yang lebih lemah mengatasi lawan yang lebih kuat.
3. Ju no Ri (Prinsip Kelembutan)
Prinsip ini mengajarkan, bahwa dengan kelembutan dan fleksibilitas, seorang judoka dapat menghadapi serangan lawan, dan menemukan kesempatan untuk mengendalikan dan mengarahkan mereka.
Judo melibatkan berbagai teknik serangan, lemparan, dan kuncian yang efektif dalam pertempuran dekat. Beberapa teknik yang umum digunakan dalam judo termasuk;
Baca Juga: Kelezatan Kuliner Papua: Menyelami Aroma dan Rasa yang Autentik
1. Nage-waza (Teknik Lepas)
Ini adalah teknik lemparan yang melibatkan mengontrol dan mengatasi lawan dengan cara melemparkannya ke lantai. Beberapa teknik lempar yang umum dalam judo adalah Seoi-nage.
Teknik ini melibatkan melempar lawan dengan menangkapnya di bahu dan menjatuhkannya ke belakang.
O-soto-gari, teknik lempar yang melibatkan memasukkan kaki ke dalam kaki lawan dan menjatuhkannya ke samping.
Baca Juga: Batik Indonesia, kaya ragam motif dan nilai budaya yang luar biasa
Uchi-mata, mengangkat lawan dengan paha bagian dalam dan menjatuhkannya ke tanah.
Katame-waza (Teknik Kuncian)
Ini adalah teknik yang melibatkan mengunci atau mengendalikan bagian tubuh lawan dengan menggunakan kelincahan dan kekuatan.
Beberapa teknik kuncian yang umum dalam judo adalah Juji-gatame. Teknik ini mengunci lengan lawan dengan menggabungkan lengan sendiri dalam bentuk silang.
Kami-shiho-gatame, teknik kuncian yang melibatkan mengendalikan lawan dengan menempatkan diri di atasnya dan menahan tubuhnya dengan empat titik dukungan.