WartaPesona.com - Iran meluncurkan gelombang serangan peluru kendali (Rudal) ke markas militer Amerika Serikat di Bahrain.
Serangan tersebut menargetkan fasilitas Naval Support Activity (NSA) Bahrain yang menjadi pusat operasi armada kelima Angkatan Laut Amerika.
Serangan tersebut menimbulkan ledakan dan kebakaran besar di distrik Juffair, Manama.
Baca Juga: Puluhan Orang Meninggal Dalam Kebakaran di Klub Malam Rong Beer Na Lat Phrao Bangkok
Serangan ini menandai eskalasi langsung terhadap kehadiran militer Amerika di kawasan Teluk, memicu status siaga tinggi di Bahrain dan negara-negara tetangga.
Laporan awal menyebutkan kerusakan di pusat komando dan komunikasi.
Di tempa terpisah, dua orang berusia lanjut meninggal ketika peluru kendali (Rudal) berdaya ledak tinggi mengenai gedung hunian di Ramat Gan, Tel Aviv, Senin 23 Juli 2026 dini hari.
Korban meninggal dalam seranga itu adalah pasangan usia lanjut Yaron dan Ilana Moshe.
Baca Juga: Dua Orang Tewas Ketika Rudal Iran Mengenai Gedung Hunian di Tel Aviv Israel
Serangan tersebut menyebabkan reruntuhan dan asap tebal ke udara.
Tim kesehatan Magen David Adom menemukan korban di tengah reruntuhanbahan bangunan, sedangkan warga lainnya berlari menyelamatkan diri.
Dampak serangan meluas ke mana-mana, termasuk mengganggu operasi stasiun kereta Savidor Central. Layanan kereta sempat dihentikan, memicu kekacauan transportasi di seluruh Israel.
Selain itu, kebakaran dilaporkan di Petah Tikva dan kendaraan hancur di Bnei Brak.
Baca Juga: Pos Perbatasan dan Anjungan Minyak Lepas Pantai Kuwait Terbakar Setelah Diserang