Keputusan ini diambil agar perlombaan dapat mengikuti rute yang diinginkan oleh Raja Edward VII.
Jarak tersebut kemudian diadopsi oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF) sebagai standar internasional pada tahun 1921, dan tetap menjadi jarak resmi lari maraton hingga saat ini.
Seiring berjalannya waktu, lari maraton telah menarik minat dan antusiasme dari ribuan peserta di seluruh dunia.
Maraton terkenal seperti Maraton Boston, Maraton London, Maraton New York City, Maraton Berlin, dan Maraton Chicago, telah menjadi sorotan dalam dunia atletik.
Partisipasi dalam lari maraton tidak hanya membutuhkan fisik yang kuat, tetapi juga tekad, ketahanan mental, dan dedikasi yang tinggi.
Lari maraton juga menjadi platform yang penting untuk penggalangan dana dan kesadaran sosial.
Banyak acara maraton yang didedikasikan untuk amal dan penyebab sosial. Peserta berlari untuk tujuan amal tertentu atau untuk mendukung penyakit atau masalah sosial yang relevan.
Baca Juga: Cita rasa Pempek Palembang khas Sumatera Selatan, gurih manis asam yang menggoda
Ini mendorong partisipasi luas dan memberikan kesempatan bagi para pelari untuk membuat perbedaan positif dalam masyarakat.
Selain itu, lari maraton juga telah menginspirasi banyak individu untuk mencapai tujuan pribadi mereka.
Banyak orang yang memulai perjalanan mereka dalam dunia lari dengan menetapkan tujuan untuk menyelesaikan lari maraton.
Proses latihan yang intens, disiplin, dan konsistensi dalam persiapan untuk lari maraton membentuk mentalitas yang kuat dan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi.
Ketika peserta mencapai garis finish setelah melewati perjuangan yang panjang, mereka merasakan kepuasan dan kebanggaan yang luar biasa atas pencapaian mereka.
Baca Juga: Soto Betawi, kuliner khas Jakarta yang melegenda, gurih segar menyehatkan