WartaPesona.com – Performa impresif Timnas Futsal Indonesia di ajang AFC Futsal 2026 masih menjadi perbincangan hangat di linimasa media sosial.
Meski harus puas sebagai runner up, kiprah skuad Merah Putih dinilai telah mencatatkan sejarah baru sekaligus menegaskan perkembangan pesat futsal nasional di level Asia.
Turnamen futsal paling bergengsi di Benua Kuning tersebut resmi berakhir dengan Iran keluar sebagai juara setelah menaklukkan Timnas Futsal Indonesia melalui drama adu penalti pada laga final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Hasil tersebut menjadi penutup turnamen yang sarat emosi dan kebanggaan bagi publik Tanah Air.
Bagi Timnas Futsal Indonesia, kegagalan mengangkat trofi bukanlah akhir dari cerita. Menembus partai final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan di AFC Futsal Asian Cup sudah menjadi capaian monumental.
Prestasi ini sekaligus menandai lompatan besar futsal Indonesia yang sebelumnya kerap tersingkir di fase-fase awal turnamen.
Sebagai catatan, AFC Futsal Asian Cup merupakan ajang futsal tertinggi di Asia yang pertama kali digelar pada 1999.
Turnamen ini menjadi tolok ukur kekuatan futsal Asia dan selama bertahun-tahun didominasi oleh negara-negara dengan tradisi kuat seperti Iran dan Jepang.
Berkaca dari pencapaian tersebut, pengamat sekaligus mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, turut memberikan pandangannya terkait perjalanan Timnas Futsal Indonesia di AFC Futsal 2026.
Baca Juga: Cetak Sejarah di AFC Futsal 2026, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Dunia di Bawah Asuhan Hector Souto
Beberkan Rekor Iran di Turnamen Futsal Asia
Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya pada Minggu, 8 Februari 2026, Coach Justin menyoroti perjuangan Timnas Futsal Indonesia di partai puncak.
Ia mengakui hasil akhir memang belum berpihak kepada Indonesia, namun performa yang ditunjukkan dinilai sangat membanggakan.
“Kita tahu, kita gagal juara, kalah lewat adu penalti,” ujar Justin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil tersebut tidak bisa dipandang sebagai kegagalan semata.