Baca Juga: Bidik Piala Asia 2027, John Herdman Tegaskan Ambisi Angkat Level Permainan Timnas Indonesia
Tekanan Dinilai sebagai Sebuah Keistimewaan
Dalam sesi perkenalan resminya di Jakarta, John Herdman mengungkapkan pandangannya mengenai tekanan besar yang menyertai kursi pelatih Timnas Indonesia.
Menurutnya, memimpin tim nasional bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah kehormatan yang sarat tanggung jawab.
“Memimpin tim nasional berarti memikul harapan sebuah bangsa,” ujar Herdman.
Ia menegaskan bahwa tekanan tidak selalu harus dipandang sebagai beban. Sebaliknya, tekanan justru bisa menjadi energi positif jika dikelola dengan tepat.
“Tekanan itu bisa menjadi kutukan, tetapi juga bisa menjadi berkah,” lanjutnya.
Herdman menilai atmosfer sepak bola Indonesia yang penuh gairah, ekspektasi tinggi publik, serta semangat pemain adalah fondasi penting untuk membangun tim yang kompetitif di level Asia.
Lanjutkan Fondasi Pelatih Sebelumnya
Sebelum ditangani Herdman, Timnas Indonesia telah menorehkan sejumlah capaian penting, termasuk pengalaman berharga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat masih dilatih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Fondasi tersebut kini menjadi modal berharga bagi Herdman untuk melanjutkan proses pembangunan tim, baik dari sisi mentalitas, taktik, maupun konsistensi performa.
“Tekanan ini, kami memilih menjadikannya sebagai berkah,” tegas Herdman.
Ia menilai Timnas Indonesia sudah berada di jalur yang tepat, tinggal melangkah lebih jauh dengan arah dan kepemimpinan yang jelas.
Piala Dunia Butuh Proses, Bukan Instan
Herdman juga memberikan pesan khusus kepada para pendukung Timnas Indonesia agar bersabar dan percaya pada proses yang dijalankan tim.
“Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam. Kanada membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapainya,” ungkap Herdman.