WartaPesona.com - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, berbagi pengalaman inspiratif saat mengunjungi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) modern pentathlon di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Sabtu (30/11).
Dalam dialog bersama para atlet, Taufik mengisahkan perjalanan kariernya yang penuh lika-liku hingga berhasil meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.
“Jadi atlet itu kuncinya percaya diri. Di lapangan, yang menentukan adalah kalian. Jangan takut apa pun, tapi merasa segan terhadap lawan, mungkin iya,” kata Taufik di hadapan atlet.
Baca Juga: Rahasia Sukses Kiper Timnas Indonesia Ala Kim Bong-soo, Begini Perjuangan yang Dilakukan oleh Kiper
Legenda bulu tangkis ini mengenang bagaimana ia menjadi peringkat satu dunia pada usia 19 tahun dan berpartisipasi di Olimpiade Sydney 2000.
Meski tampil sebagai unggulan, langkahnya terhenti di perempat final melawan Ji Xinpeng dari China.
Baca Juga: Masih Tajam di Usia Tua, Cristiano Ronaldo Justru Diajak Gulat Eks Petarung UFC Darren Till
“Waktu itu, harapan masyarakat tinggi. Sebagai rangking satu dunia, mereka pikir saya pasti juara, apalagi bulu tangkis adalah tradisi emas Indonesia. Tapi, saya gagal. Apakah saya menangis? Tidak. Saya kecewa, tapi saya bangkit,” ungkapnya.
Kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Taufik untuk terus bekerja keras dan disiplin. Hingga akhirnya, ia membuktikan dirinya dengan memenangkan medali emas Olimpiade empat tahun kemudian.
“Di masa sulit itu, saya terus percaya pada diri sendiri. Tujuan saya adalah membuktikan dengan prestasi. Selama kita yakin, kita pasti bisa,” ujar Taufik dengan penuh keyakinan.
Ia pun berpesan kepada para atlet untuk tidak mudah menyerah dan tetap fokus dalam latihan. “Pemerintah mendukung penuh perjuangan kalian. Jika ada kebutuhan, sampaikan saja, kita siap kolaborasi,” tambahnya.